Bandung, 15 April 2026 — Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR
RI Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 dengan tema Evaluasi Kinerja BUMN
Logistik dan Rencana Pembentukan Holding Logistik dilaksanakan di Stasiun KCIC
Tegalluar Summarecon, sebagai bagian dari pengawasan transformasi sektor
logistik nasional.
Kegiatan ini
dihadiri oleh Anggota Komisi VI DPR RI, termasuk Gde Sumarjaya Linggih. Hadir
pula Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph, beserta jajaran
direksi, serta PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sinergi
BUMN logistik dan transportasi.
Dalam agenda
tersebut, Pos Indonesia memaparkan kinerja perusahaan sekaligus strategi
pengembangan ke depan, terutama dalam mendorong integrasi sistem logistik yang
lebih terpusat dan terkoordinasi. Upaya ini menjadi bagian dari langkah
strategis dalam mendukung pembentukan holding logistik BUMN.
Penguatan
sistem logistik yang terintegrasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan
kecepatan distribusi, memperjelas alur koordinasi, serta mendorong peningkatan
kualitas layanan secara menyeluruh. Dengan jaringan yang luas dan dukungan
transformasi digital, Pos Indonesia terus mengoptimalkan perannya dalam
memperkuat konektivitas nasional.
Direktur Utama
Pos Indonesia, Daud Joseph, mengatakan:
“Kami terus
mendorong terwujudnya sistem logistik yang terintegrasi dan terpusat, sehingga
seluruh proses dapat berjalan lebih efektif dan saling terhubung. Ini menjadi
bagian dari kesiapan Pos Indonesia dalam mendukung pembentukan holding
logistik, sekaligus memastikan layanan distribusi yang lebih cepat dan andal
bagi masyarakat.”
Melalui kolaborasi dan sinergi antar-BUMN, termasuk dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pos Indonesia optimistis dapat memperkuat ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berdaya saing.

0 Komentar